Malam ini iseng mau membongkar memori tentang masa-masa sekolah dalam otak saya. Lebih spesifik lagi, saya mau membahas tentang beberapa hal yang telah terlewati saat saya berada di kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA. Ketiganya menyimpan kenangan tersendiri. Banyak hal menarik yang sudah saya lalui bersama teman-teman saya. Mungkin mereka ada yang masih ingat, ada juga yang sudah lupa. Ya... nggak penting lah. Ini postingan cuma buat menghibur hati saya sendiri karena saya orangnya memang suka terjebak sama nostalgia. Halah. Ya udah,
check this out!
1. Kelas 6A, SD Negeri 2 Sumberejo, Tahun Ajaran 2003/2004
 |
| Struktur kelas 6A, SDN 2 Sumberejo |
Keterangan Gambar:
Trapesium kuning di pojok kanan atas: pintu kelas 6A
Persegi panjang warna hitam: papan tulis (
blackboard). Dulu waktu SD masih pakai kapur.
Rounded rectangle warna hijau: tempat duduk guru.
Segiempat-segiempat yang dilabeli nomor 1-41:
tempat duduk milik (urutan berdasarkan ingatan Anna)
1. Indri Septiani 22. Tri Ayu Puspawati
2. Siti Julaiha 23. Hasanah
3. Antony 24. M. Galih Adi Samudera
4. Adi Surya Wijaya 25. Dino Prastio
5. Lima Putri A. 26. Cik Oki
6. Nova Cindy Destha 27. Agus R.
7. Kurniati 28. Hengki Firmansyah
8. E. A. Rian Saputra 29. Bambang Priyono
9. Osa Saputra Pratama 30. Imam Soleh
10. Dian Febra 31. Imam Bagus Sampoerna
11. KGS Abdullah Andri Nove 32. Wenny Nopriani
12. Noviliza Dwi Cahya Nandani 33. Putri Dewi Susanti
13. Vica Echi Purnamasari 34. Winda Ekawati
14. Denny Sanjaya 35. Nurlinda
15. Apriansyah 36. Paramitha Darmayanti E. P.
16. Ade Pratiwi 37. Anna Amandha
17. Eka Purwaningrum 38. Meylinda Silviana
18. Ana Nurjanna 39. Astri Wulandari
19. Novia Niki Pertiwi 40. Fitri Windari
20. Sondri Riyadi 41. Ratna Harkitamia
21. E. Chandra Saputra
Pengajar:
Wali kelas + super teacher = Ibu Anna Maria
Guru Bahasa Inggris = Ibu Sari
Guru Agama Islam = Alm. Ibu Kimun
Guru Olahraga = Bpk. Isnen Riyadi
Guru Prakarya = Ibu Manise
Guru Bahasa Lampung = Ibu Septi
Kelas 6 SD itu cukup mengesankan. Di Sekolah Dasar, saya bebas berekspresi. Nggak temen cewek, nggak temen cowok, kebanyakan mereka enak diajak bergaul. Namanya juga masih kecil, masih polos. Seneng aja bisa mengenal satu sama lain, main bekel, main gobak sodor, cerita-cerita tentang AFI, belajar bareng, kerja kelompok juga jalan. Malah saking rajinnya mau ngerjain tugas kelompok, ada yang pernah menghampiri saya di rumah dengan naik sepeda. Temen-temen SD pada ramah dan baik-baik. Ya... meskipun ada satu lah yang kasar, pernah ngebentak saya lagi. Suka-suka dia lah, asal dia puas aja. Doamat.
Pelajaran yang saya suka... IPS! Soalnya saya suka ngapalin nama-nama negara sama ibu kotanya. Hehehe. Seru aja, serasa bisa keliling dunia hanya dengan membaca buku IPS Terpadu. Dasarrrr, khayalan anak kelas 6 SD. Wkwkwk. Apalagi kalau habis nonton serial kartun Carmen Sandiego. Wuih, pokoknya itu kartun masa kecil yang paling keren lah. Bahkan saking kangennya sama itu kartun, saya bela-belain nonton lagi pas zaman kuliah. Banyak pengetahuan didapat dengan menontonnya. Saya baru tahu bahwa Gurun Atacama adalah gurun terkering didunia dari serial Carmen Sandiego. Saya juga mengetahui asal nama Teddy Bear itu dari Presiden Amerika ke-26, yaitu Theodore Roosevelt juga dari menonton serial kartun tersebut.
Salah satu kenangan di zaman SD yang masih saya ingat itu ketika di saat masuk dan pulang sekolah. Ketika lonceng berbunyi, bu guru masuk ke kelas, ketua kelas memberikan instruksi pada kami untuk mengucapkan salam kepada beliau. Sebelum pulang sekolah, ketua kelas memimpin kami untuk mengucapkan doa, yaitu Surah 'Al-Ashr:
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.
1. Kelas 9H, SMP Negeri 4 Bandar Lampung, Tahun Ajaran 2006/2007
 |
| Struktur Kelas 9H, SMPN 4 Bandar Lampung |
Keterangan Gambar:
Trapesium kuning di pojok kiri atas: pintu kelas 9H
Persegi panjang warna putih: papan tulis (
whiteboard).
Rounded rectangle warna merah
maroon: tempat duduk guru.
Segiempat-segiempat yang dilabeli nomor 1-40:
tempat duduk milik (urutan berdasarkan ingatan Anna)
1. Fatimah Hartati Br. Siagian 21. Siti Bella Dina Hutagalung
2. Tia Yuliawati 22. Annisa Fadia Nizatama
3. Aji Nuralam Dwi Sutono 23. Anna Amandha
4. Hendra Saputra 24. Andini Fitria Hadi
5. Hani Fitria Anggraini 25. Yenny Ramadani
6. Dian Ekawati 26. Noviyana Fadiela
7. Hanum Rafika 27. Citra Eka Antika
8. Cahya Wulan 28. Raessa Puspita Lugayatna
9. Mia Aprina 29. Ayu Jufika Mutiasari
10. Rika Rizkya 30. Ziggy Zeirckaellaisezabrizkie
11. Indah Sri Rahayu 31. Ayu Firda Marisca
12. Hana Fitria Azzahra 32. Nyi Ayu Ika Pratiwi
13. Aditya Putra Pratama 33. Franciscus Frando Sinaga
14. Aldi Setiono 34. Veski Zunius
15. Maisari Utami 35. Raden Firman Aji Pratama
16. Atika Trina Sari 36. Rizki Jauhari Indra
17. Mardhotila 37. Yusuf Wilman
18. Siska Harita 38. Ricky Darius Putra F.
19. Galuh Hesti Wulandari 39. Mela Komalasari
20. Teta Puti Sugesti 40. Risky Puti Anandia
Pengajar:
Wali kelas + Guru Bahasa Indonesia: Ibu Tri
Guru Matematika: Bpk. Sahala Sitompul
Guru IPA: Bpk. Immanuel
Guru Bahasa Inggris: Bpk. Sartijan
Guru Bahasa Lampung: Ibu Milan
Guru Olahraga: Bpk. Teddy
Guru Agama Islam: Bpk. Pratikno
Guru Kesenian: Ibu Paulina
Aaah.. saya selalu senang membahas kelas 9H. Bisa dibilang zaman ini adalah
the best part of school experience in my life. Di sini saya banyak menjumpai guru-guru keren dan teman-teman yang menginspirasi.
Pernah waktu itu saya sempat menamakan jalan di antara barisan tempat duduk dimana saya berada (barisan tempat duduk yang di depan meja guru) dan barisan tempat duduk di sebelahnya dengan nama "Gang Senggol". Ya itu karena sempit banget jarak antara kedua barisan itu. Alhasil, jadilah saya dan teman-teman yang duduk di sekitar jalan itu menjadi warga Gang Senggol dengan saya yang menjadi Bu RT-nya. Ada-ada aja emang.
Kami pernah diberi tugas biologi oleh guru IPA kami untuk merekam nama-nama ilmiah makhluk hidup sebanyak-banyaknya dengan menggunakan
tape recorder. Jadi, kami membacakan satu-satu nama-nama itu seperti ini (tanpa vokal "strip"):
Oryza sativa - padi,
Anacardium occidentale - jambu monyet, Ursus maritimus - beruang kutub, dan seterusnya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mengingatnya jika sering didengarkan secara rutin.
Di kelas IPA Fisika, saya masuk ke regu Coulomb. Saat itu guru kami membuat konsep belajar seperti berikut. Tiap kelompok harus
perform di depan kelas. Kami berpura-pura sebagai seorang fisikawan terkenal yang sedang melakukan konferensi pers. Jadi, sebelumnya kami harus menguasai materi bab yang menjadi tanggung jawab kami untuk dipelajari. Sebagai para pakar di bidang fisika, kami
harus bin wajib bisa menjawab pertanyaan dari anggota kelompok lain yang seakan-akan bertindak menjadi wartawan dari berbagai penjuru daerah. Saya masih ingat dulu bagian kelompok saya adalah tentang ozon. Ada materi tentang peroksiasetilnitrat juga yang merupakan polutan sekunder berbahaya yang dihasilkan dari reaksi hidrokarbon dalam siklus fotolitik.
Saat pertunjukan drama di kelas Bahasa Indonesia, kelompokku mengusung tema
horror. Kami membuat cerita tentang hantu kuntilanak. Tau nggak siapa yang jadi kuntilanaknya? Tuh yang duduk di posisi 23. Kami latihan di rumah Atika. Saya dipinjami mukena putih buat modal untuk menjadi kuntilanak yang profesional. Pas hari H, saya bener-bener kayak udah nggak kenal siapa sosok yang ada di balik cermin. Wkwkwk. Cuma agak kecewa dikit sih, di
ending saya nggak bisa ketawa melengking kayak kuntilanak pada umumnya. Jadi rada maksa gimana gitu. Syukurnya penampilan kamipun mendapat apresiasi yang cukup baik dari teman-teman sekelas. :)
Kalau kelas matematika, waaa ini... Bisa dibilang guru matematika kami adalah guru favoritnya anak 9H lah. Itu buku tulis matematika anak-anak sekelas bisa bertumpuk-tumpuk karena ngerjain soal-soal latihan yang ada di buku cetak. Kami semangat karena termotivasi oleh beliau yang juga selalu semangat. Beliau itu seru, kocak, pintar mentrasfer ilmunya lewat analogi-analogi yang menarik. Kalau saya sih entah kenapa yang paling inget waktu beliau ngejelasin tentang faktorisasi persamaan kuadrat sama visualisasi fungsi kuadrat. :D Haduh.. Bapak.. Bapak.. Semoga guru-guruku selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
1. Kelas 12 IPA 1, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Tahun Ajaran 2009/2010
1. Aby Hapsari 21. Ihsan Fadilah
2. Ahmad Arbi Anindito 22. Iqbal Novramadani
3. Ahmad Muchlis Suci 23. Muhammad Iqbal
4. Ainur Rohman 24. Muhammad Luthfi Almer Hasan
5. Aldi Setiono 25. Natalia Wijaya
6. Aldo Primananda Putra 26. Nina Febriantina
7. Alfina Maharani A. N. 27. Nisrina Hanisa
8. Alina Margono 28. Nuradia Puspawati
9. Anida Putri Bhakti Pertiwi 29. Putu Aditya Wisnu Permana
10. Anna Amandha 30. Rachel Christy Pardede
11. Argayasa Gotama 31. Rahmadianty Gazadinda
12. Ario Halik 32. Rizki Amy Lavita
13. Atika Trina Sari 33. Rizki Meizikri
14. Dede Yoga Ahmadi 34. Rizkia Diar Damayanti
15. Dhani Aditya 35. Rosiana Aisyiyah
16. Dini Oktaria 36. Seiva Firda Rahmania
17. Elita Riyu 37. Tyara Tri Adistie
18. Febrasari Almania 38. Yosantara Putra
19. Frilly Sakina Ramadhani 39. Yulia Ferda Hening
20. Hendri Sopian 40. Yusuf Wilman
Pengajar di 12 IPA 1:
Wali kelas + Guru Kimia: Ibu Rusmaida Sihombing
Guru Matematika: Ibu Syarifah Hanum
Guru Fisika: Bapak Hendra Putra
Guru Biologi: Ibu Usa Harwati
Guru Bahasa Indonesia: Ibu Dewi P.
Guru Bahasa Inggris: Ibu Tiermin Manurung
Guru Olahraga: Bapak Budi S.
Guru Kewarganegaraan: Bapak Aminuddin
Guru Kesenian: Ibu Naning Widayati
Guru Bahasa Jepang: Alex Sensei
Guru KWU: Ibu Zaenab
Guru TIK: Ibu Lestari
Guru Sejarah: Ibu Erlinda
Guru Agama Islam: Bapak Sutan U.
Saya banyak nggak hafal posisi duduk anak-anak kelas 12 IPA 1, jadi saya urutkan nama-nama saya dan teman-teman berdasarkan abjad. Mungkin
kurang berkesan aja sih buat saya di masa-masa SMA ini. Ya maaf, soalnya
saya banyak mengalami kejadian tidak menyenangkan saat itu. Kalau boleh
jujur, kenangan yang paling berkesan di IPA 1 itu adalah bertemu dengan
Alin, Rosi, Tari, Adia, dan Dini. Karena saya pendiem, jadi sering
mainnya ya cuma sama itu-itu aja. Tapi, saya bersyukur bisa menjadi
bagian dari kelas IPA 1. Saya senang bisa mengenal orang-orang yang
telah menjadi bagian dari kelas ini. Di kelas IPA 1, teman-temannya
seru. Kocak deh pokoknya. Meskipun saya nggak bisa ikutan nimbrung
ketika mereka lagi bercanda, tapi saya senang aja merhatiinnya. Kadang
yang orangnya supel suka iseng ngusilin temen-temen yang cuma diem aja.
Bahkan udah setingkat SMA gini masih aja ada yang kata-kataan nama
Bapak. Ckckck.
Kelas 12 IPA 1 kami namakan "Ichigo". Kelas ini dinamakan kalau nggak salah sih dari kelas 11, soalnya kami tidak dirombak lagi ketika kenaikan kelas. Jadi, penghuni 12 IPA 1 tetap sama dengan 11 IPA 1. Oke, balik lagi, apa itu Ichigo? Nggak pernah nonton Bleach pasti ya? Hayooo ngaku. :D Nggak.. bercanda. Nggak ada hubungannya dengan Ichigo Kurosaki kok. Ichigo itu kepanjangannya adalah "IPA Chiek Go".
Absurd banget ya? Ya mau gimana lagi, nama itu sudah terpilih berdasarkan musyawarah besar kelas IPA 1 dan diyakini sebagai nama terkeren yang pantas untuk kelas kami. Halah. Emang sih, anak-anak Ichigo banyak yang penggemar anime, jadi waktu itu usulan nama kelasnya juga nggak jauh-jauh dari tokoh anime.
Salah satu kenangan menarik pada masa ini adalah waktu
perform grup musik di pelajaran kesenian. Bisa ditebak lah saya sekelompok sama siapa aja. Waktu itu grup musik kami mendapat pilihan
genre dangdut, RnB, sama satu lagi kalau nggak salah sih reggae. Kami mencoba memilih RnB saat itu dan lagu yang akan kami bawakan adalah "Pergi untuk Kembali" dari Ello. Sebelumnya kami kesulitan memilih lagu RnB apa yang kira-kira mudah dipelajari untuk pentas di hari H. Setelah pikir-pikir, akhirnya kepikiran bawain lagunya Ello aja. Padahal, itu lagu kenangan yang sebelumnya dikemas dengan unsur pop. Ello meng-
cover lagu tersebut lewat
genre RnB-nya. Kami latihan dengan modal apa adanya. Alat musik seadanya, kemampuan bermain alat musik seadanya, bernyanyipun seadanya. Ya namanya juga
newbie, baru belajar. Tapi, yang saya rasakan seru-seru aja. Kami tetap berlatih konsisten walaupun hasilnya memang bakal nggak sebagus kelompok yang lain. Rekamannya juga saya masih simpan. Itung-itung buat dokumentasi masa muda. Cie ilah... Alhamdulillaah,
perform lancar, walaupun pada akhirnya kami membawakan "Pergi untuk Kembali" dengan versi pop juga. Hahaha.
Salam,
Anna Amandha
-----
Ditulis di Bandar Lampung
pada Bulan Ramadhan 1437 H