Sabtu, 20 Mei 2017

Jadilah Orang yang Berpengetahuan

Tulisan singkat ini ditujukan untuk orang-orang yang mau menerima nasihat, yang lapang dada, yang rendah hati, ATAU yang ingin berhijrah (yang lagi baper boleh juga deh). Bisa diri saya sendiri dan bisa juga Anda yang sedang membaca. Nggak ada ruginya jadi orang yang berpengetahuan. Setidaknya kamu nggak akan diteriaki "t*lol atau g*blok" ketika salah bertindak dalam permainan bola kasti. Seenggaknya kamu nggak akan dikatain "nggak punya etika" ketika menerima surat yang ditujukan ke alamat kantor pos. Sekurang-kurangnya kamu nggak akan dicap sebagai "Kelinci Sombong" ketika nggak ngasih progress kerjaan apa-apa ke bosmu. Paling enggak nggak ada yang nyindir pake kata-kata "Jaka Sembung naik ojek, nggak nyambung, Jek!" ketika meminta tolong kepada orang yang ternyata nggak punya skill terhadap sesuatu yang ingin kita tanyakan. Jadi, pengetahuan itu bukan hanya tentang 1 + 1 = 2 atau komodo betina bisa bertelur tanpa dibuahi oleh komodo jantan, tapi juga tentang hal-hal yang bisa jadi kita anggap sepele di sekitar kita, misalnya bagaimana cara mengontrol suhu AC, jalur mana yang tercepat dari rumah ketika menuju rumah sakit, bagaimana cara menghormati orang tua, dan apa saja yang harus ditaati ketika menggunakan kendaraan bermotor. Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan seperti itulah pengetahuan bisa muncul.

Lewat cerita orang-orang terdekat atau yang baru kenal, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan. Bahkan, manfaatnya, kita bisa langsung melakukan sesuatu hal yang benar, tanpa harus melakukan tindakan yang salah terlebih dahulu. Well, tapi kalau memang sudah terlanjur mengalami kejadian-kejadian tak menyenangkan seperti di paragraf satu, anggap saja itu adalah tahapan untuk memperbaiki diri. Anggap itu sebagai lubang di tengah jalan yang pernah kita masuk ke dalamnya. Kita pasti pernah mikir, kok bisa sih kita jatuh ke situ? Ya karena kita nggak tahu. Nah, setelah tahu kalau di jalan yang akan kita lalui ada lubang, seharusnya kita bisa lakukan antisipasi. Jangan sampai jatuh lagi di lubang itu. Jadi, sebelum bertindak, ada baiknya kita mikir dulu apa saja konsekuensinya kalau kita akan mengerjakan hal yang kita pilih.

Manusia memang nggak ada yang sempurna. Nggak ada yang nggak pernah berbuat salah. Tapi kita selalu punya potensi untuk berbuat baik dan memperbaiki diri, asalkan ada kemauan. Ingat potongan ayat 11 dari Surah ke-13 dalam Al-Qur'an, yaitu Ar-Ra'd: "... Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." So, selama kita masih bernafas, selalu ada kesempatan untuk berhijrah. Mari sama-sama tingkatkan pengetahuan. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi hamba-Nya yang semakin bertakwa. Aamiin. :)

Depok, 24 Syaban 1438 H