Selasa yang Tertinggal
Tak ada yang bisa menyuap waktu untuk mengembalikan gulirannya.
Termasuk Selasa yang telah terlewati.
Ketika hariku sampai di Rabu, aku harus menanti enam hari lagi.
Namun, mungkin akan berbeda ceritanya.
Karena Selasa yang kemarin bukanlah Selasa yang seperti biasanya.
Kisah di hari itu biarlah jadi ukiran dalam sanubari.
Dan ketika aku merindukannya, biarlah aku menatap dengan mata hati.
Engkau bukan siapa-siapa.
Aku juga bukan siapa-siapa.
Siapa engkau dan siapa aku, biarlah detik waktu yang akan mengungkap.
Dan kita akan melihat,
apakah Selasa yang tertinggal kala itu adalah milik kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar