Kapan ya aku
bisa mendengar sorakan seperti itu lagi?
“Dari Teknik sampai KIP ada satu fakultas yang oke. FMIPA
fakultasnya, matematika jurusannya. Matematika.. matematika.. anak-anak
matematika.. manut wae....”
Kapan
ya aku bisa bernyanyi seperti itu lagi bersama-sama dengan kalian? Kapan ya aku
bisa melihat dan mendengarkan beberapa dari kalian main gitar dan bernyanyi
lagi? Kita dulu tak pernah menyangka akan bertemu seperti ini. Kita dulu tak
pernah tahu kemana takdir membawa kita untuk bertemu dengan siapa saja di fase
kehidupan setelah SMA. Aku hanyalah seorang perantau dari daerah Sumatera yang
tak tahu menahu tentang Solo, terlebih lagi Universitas Sebelas Maret (UNS)
yang ternyata di situlah aku melanjutkan pengejaran ilmu matematika. Aku
mencoba keluar dari comfort zone
untuk berguru pada dosen-dosen di Solo sampai harus melakukan hal yang tak
pernah aku duga sebelumnya, yaitu meninggalkan kedua orang tua dan adikku.
Walaupun hanya sementara, tetapi aku sadar kalau aku tak bisa lagi setiap pagi
mencium tangan kedua orang tuaku untuk berangkat mencari ilmu seperti yang aku
lakukan dulu saat hendak berangkat ke sekolah. Aku tak bisa lagi sering-sering
berkumpul di depan TV entah itu untuk makan malam atau sekedar bersenda gurau
bersama keluarga di rumah. Namun, aku yakin inilah jalan yang dipilihkan Allah
untukku.
Berada
di Solo tidak terlalu buruk bagiku. Kota ini adalah kota yang menyenangkan.
Budaya Jawa sangat dijunjung tinggi di sini, mulai dari bahasanya, tata
kramanya yang sungguh halus, sampai acara-acara adatnya yang masih terus
dilestarikan. Aku memang berasal dari orang tua yang asli orang Jawa, tapi
karena aku lahir dan besar di Sumatera, aku tak pandai berbicara dengan bahasa
Jawa. Namun, jika aku mendengarkan orang-orang berbicara dengan bahasa Jawa
yang tipenya adalah bahasa ngoko, aku masih paham dengan maksudnya. Sikapku
yang terbiasa dengan pergaulan di Sumatera agak susah diterima di sini. Bahasa gaul yang pakai
istilah ‘gue dan elo’ di Sumatera tidak cocok diterapkan di sini. Memanggil
senior dengan sapaan ‘Kak’ saja sudah aneh. Aku dulu pernah memanggil salah
satu seniorku di matematika dengan sapaan tersebut lalu aku malah ditertawakan.
Aku
bersyukur bertemu dengan teman-teman satu angkatan seperti kalian di jurusan
matematika ini. Aku masih ingat kalian terheran-heran dengan keberadaanku di
sini karena aku yang berasal dari Lampung. Setelah lulus dari SMA aku memang
berhasrat ingin melanjutkan kuliah di Pulau Jawa dan di sinilah aku bertemu
dengan kalian. Bagiku kalian adalah orang-orang yang luar biasa. Kalian telah
banyak memberikan inspirasi bagi perkembangan kepribadianku. Aku tak tahu akan
jadi apa diriku jika masih tetap saja berada di Lampung. Mungkin aku akan tetap
menjadi anak manja. Dengan adanya kalian, aku jadi bisa belajar mandiri karena
aku melihat hal itu di diri kalian. Aku bahkan iri karena sebagian besar dari
kalian sudah bisa mendapatkan penghasilan entah itu dari ngelesi atau membuka
usaha sendiri.
Selama
ini aku akui bahwa aku tidak banyak dekat dengan kalian. Aku sering menjauh
jika kalian sedang bersenda gurau bersama-sama. Bukan apa-apa, ini memang
sifatku yang pendiam dan tak pandai bicara banyak apalagi aku tak pandai
berbahasa Jawa. Aku tak lebih dari sebuah api kecil yang harus ditunjang dengan
sesuatu yang dapat membuatnya dapat berkobar. Aku tahu kalau kalian selama ini juga menganggapku
sebagai orang yang serius. Itu terbukti saat aku dinobatkan sebagai pengurus
terserius oleh HIMATIKA. Namun, sebenarnya aku tak terlalu begitu. Aku adalah
orang yang sangat suka bercanda. Orang-orang yang sudah kenal dekat denganku
pasti mengetahui tentang itu. Aku sempat heran salah satu dari kalian pernah
bilang kalau aku tidak bisa diajak gojek alias bercanda. Ya walaupun aku sempat
tersinggung tapi aku hargai pendapat itu. Aku sadar di dunia ini pasti
setidaknya ada dua orang yang saling berbeda pendapat.
Saat
dulu masih menjadi mahasiswa baru, aku juga pernah ditegur oleh salah satu dari
kalian karena aku mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya aku ucapkan di
sini. Aku sangat berterima kasih akan hal itu karena masih ada yang peduli
terhadap tindakanku. Aku tak akan mengulangi hal itu lagi. Kata-kata itu memang
biasa diucapkan di daerahku sana dan aku tidak mengerti ternyata di sini begitu
tabu. Aku benar-benar minta maaf atas ketidaktahuanku.
Aku
rasa kita ini adalah angkatan yang kompak. Memang masih terlihat jelas bahwa
beberapa di antara kita ada yang suka berkelompok-kelompok. Namun, kita selalu
bisa membuat acara-acara yang dapat membuat kita dapat merasakan kekompakan
itu. Aku rasa kalau kita tidak kompak, kita tak akan bisa merealisasikan acara-acara
angkatan seperti jalan-jalan ke Jogja dan ke Malang seperti waktu itu. Aku
sangat bersyukur dan berterima kasih sekali karena bisa ikut ke Malang. Itu
adalah pertama kalinya aku melakukan perjalanan ke Jawa Timur. Perjalanan itu
merupakan salah satu perjalanan yang sangat berharga seumur hidupku. Kita benar-benar
bersenang-senang di dalam bus, ya meski ada yang pusing dan mual juga.
Dengan
segenap hati, aku minta maaf pada kalian yang sebesar-besarnya atas kesalahan
yang pernah aku buat selama ini. Mungkin ada banyak yang tersinggung dengan
kata-kata dan tingkah lakuku. Aku di sini sudah berusaha untuk menyesuaikan
diri dengan kalian dan to be honest
itu sangat sulit. Aku sangat menyayangi kalian teman-temanku satu angkatan.
Biarpun kita berbeda-beda pendapat, tapi kita tetap kompak. Ingat tidak waktu itu
kita dimarahi kakak tingkat saat ospek, membuat co-card, dan buku kenal
bersama-sama? Masihkan kalian menyimpannya? Jangan lupakan hal itu karena lewat
hal-hal itu kita bisa bersama-sama sampai sekarang. Jangan juga melupakan
mereka yang tidak lagi berada bersama kita karena mereka pernah berjuang dan
melewati hal-hal sulit bersama dengan kita.
Teman-temanku,
mungkin ada di antara kalian yang suatu saat nanti sudah lupa dengan
keberadaanku di matematika 2010. Namun, aku akan berusaha mengingat kalian di
dalam memoriku. Terima kasih atas pengalaman yang telah diberikan selama ini.
Terima kasih kalian telah mau menjadi temanku. Terima kasih karena aku
diizinkan menjadi bagian dari kalian. Terima kasih sudah banyak membantuku
selama ini. Terima kasih telah mengajarkanku akan arti kesetiakawanan. Terima
kasih telah mengajarkanku tentang tata krama yang baik.
Satu statement buat
kalian: Bertemu kalian adalah hal yang menyenangkan. :)
M0110006