Rabu, 15 Oktober 2014

Peristiwa Hari Ini

Orang bijak pernah berkata, "Tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan." Yah, mungkin kalimat itu memang harus kuresapi maknanya setelah mengalami peristiwa yang terjadi padaku hari ini. Tadi pukul 9.30-10.30 WIB di Ruang A.307a, FMIPA, UNS, semuanya telah terjadi. Itu menjadi suatu kejadian yang cukup membuatku terpukul. Sesuatu yang sejak dari kecil aku permasalahkan, presentasi di depan kelas. Ini masalah yang serius buatku. Hingga sekarang aku masih merasakan yang namanya 'alergi' presentasi.

Alhamdulillaah, aku bersyukur hal itu terlewati. Tahap kedua untuk menjadi sarjana, yaitu seminar hasil (semhas). Dalam seminar hasil itu, aku harus mempresentasikan hasil penelitianku di hadapan dosen pembimbing, dosen pembahas, dan para mahasiswa. Pada awalnya aku memang merasa takut dan bimbang. Namun, lama kelamaan rasa takut itu juga hilang. Aku bersyukur sekali. Sedikit demi sedikit rasa gugup itu sirna. Hanya satu sekarang yang masih jadi masalah, kurangnya rasa percaya diri. Aku tidak percaya diri. Itu yang dibilang dosen pembimbingku. 

Saat menjawab pertanyaan dari dua mahasiswa yang bertanya padaku saat itu pun aku masih bingung cara menjelaskannya. Akhirnya aku dituntun dosenku bagaimana cara menjawabnya. Yang membuatku kaget saat itu, lema yang aku buat tidak cocok diterapkan pada pelabelan graf yang telah aku kerjakan. Aku mulai panik, tapi aku tetap bertahan. Aku berusaha mencari apa penyebab kesalahannya. 

Aku akui, algoritma dalam otakku memang berantakan. Aku sedang tidak mencela diriku sendiri, tapi memang itu kenyataannya. Apa yang aku pikirkan pasti tidak runtut. Apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu, malah loncat ke langkah yang entah ke berapa. Namun, aku berusaha untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban yang harus aku lakukan. Yah, meskipun hasilnya kadang tidak memuaskan. Tugas kita memang harus menyalakan lilin di antara kegelapan. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya. Aku harus belajar percaya diri, meskipun aku tahu sangat sulit untuk mendapatkannya. 

Air mataku tak terbendung malam ini setelah aku ditelpon oleh ibuku. Ibuku masih mengharapkan aku untuk segera lulus, meski lewat kata-kata yang tersirat. Aku sedih tidak bisa cepat membuat orang tuaku bahagia. Aku merasa gagal menjadi anak yang berbhakti. Aku memang tidak cerita kalau tadi aku tidak percaya diri saat seminar karena takut ibuku sedih. Padahal, ibu dan bapakku selalu berharap kalau aku bisa menjelaskan hasil penelitianku dengan jelas kepada semua orang. Aku tahu itu, tapi aku masih belum berhasil mewujudkannya. Mungkin hanya kata maaf untuk mereka dariku yang tak bisa merealisasikan hal itu. 

Terlepas dari itu semua, aku bersyukur dengan hari ini. Setiap hari itu adalah pengalaman yang baik. Tidak ada hari yang buruk, yang ada hanyalah cobaan. Allah tak akan membebani hamba-Nya di luar kesanggupannya. Aku pasti bisa menjalani hidup ini dengan baik. Apalagi banyak orang-orang di sana yang mendukung dan menyemangatiku. Aku bersyukur mengenal mereka. Saat sebelum semhas, banyak sekali temanku yang menyemangati dan membantuku. Alin dan Risna, teman-teman kosku membantuku saat belajar presentasi. Mereka banyak memberikan saran yang sangat berarti untukku. Nurul, seorang teman baik yang sangat sering menyemangatiku. Rifa membantuku untuk membelikan snack untuk para dosen. Mbak Kartika juga datang dan menyemangatiku. Teman-teman Matematika 2010 yang sangat baik, mereka adalah pemantik yang menyalakan api semangat dalam jiwaku. Ya Allah, terima kasih atas segala karunia-Mu. Semoga mereka Engkau berkahi rezeki dan kebaikan karena telah membantuku. Aamiin. :)


Tidak ada komentar: