Rabu, 22 Mei 2013

Sebuah Kenangan: Where on Earth is Carmen Sandiego?

Pencuri terkenal di dunia. Itulah julukan yang diberikan oleh masyarakat di seluruh dunia untuk Carmen Sandiego, wanita berambut hitam panjang mengombak dengan topi fedora merahnya, serta jubah merah andalannya, dengan sepatu hak tinggi merah sebagai kebanggaannya. Mungkin ini hanya sekedar serial kartun biasa bagi sebagian orang yang pernah mengenal acara TV ini. Namun, tidak bagiku. Ini adalah sebuah kenangan masa kecilku yang sangat berharga. Serial animasi ini telah mengajarkanku banyak hal tentang pengetahuan umum mengenai negara-negara di bumi ini dengan potret geografi yang mengagumkan. Memang, pemeran utama dalam serial ini adalah antagonis dan sangat lihai dan cekatan dalam melaksanakan aksi pencuriannya. Namun, itulah salah satu sisi seru dari acara TV yang mulai dirilis pada tahun 1994 ini. Where on Earth is Carmen Sandiego? pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional sekitar 9 tahun yang lalu. Walaupun berlatar belakang kriminal, tapi inti dari animasi ini adalah untuk memberikan informasi tentang pengetahuan umum di berbagai penjuru dunia, khususnya di bidang geografi.


Dimanakah sebenarnya Carmen Sandiego? Adalah dua kakak beradik, Ivy dan Zack yang tak pantang menyerah untuk mengejar dan mencari-cari dimana keberadaan Carmen Sandiego lewat petunjuk-petunjuk yang biasa Carmen berikan sebelum meninggalkan negara tempat ia mencuri. Ivy adalah seorang detektif remaja berumur 18 tahun, bermata hijau, dan berambut merah yang sangat berambisi untuk menangkap Carmen Sandiego. Ia sangat energik dan mudah merasa frustasi dalam menangani kasus tentang Carmen. Adiknya, Zack, adalah partnernya yang berumur empat tahun lebih muda darinya, bermata biru, dan berambut pirang. Berbeda dengan Ivy, Zack sangat santai dalam menangani kasus tersebut. Zack juga sangat jenius. Ia bahkan menguasai banyak bahasa asing (bahasa selain Bahasa Inggris) yang tidak dimengerti oleh kakaknya.


ACME adalah instansi tempat Ivy dan Zack bergabung untuk menangani kasus pencurian yang dilakukan oleh Carmen Sandiego yang bermarkas di San Francisco, California, US. ACME mempunyai beberapa cabang di beberapa negara. Dari Wikipedia, ACME dikepalai oleh CHIEF yang merupakan singkatan dari Computerized Holographic Imaging Educational Facilitator. CHIEF memfasilitasi Ivy dan Zack untuk mengejar Carmen dari satu negara ke negara lain dengan menggunakan C5 Corridor, yaitu semacam mesin waktu untuk memudahkan mereka berpindah tempat. CHIEF mempunyai sifat cerewet, lucu, dan bijaksana dalam memberi arahan kepada Ivy dan Zack. Petualangan ACME detective yang berambisi untuk menangkap pencuri terkenal di dunia itu digambarkan terjadi dalam suatu virtual reality computer game yang dijalankan oleh seseorang yang disebut sebagai "The Player." Player dapat melakukan perbincangan langsung dengan Carmen Sandiego.

Di sela-sela petualangan Ivy dan Zack yang sibuk mengejar Carmen, serial kartun ini juga menawarkan pertanyaan kepada penonton yang berkaitan dengan pengetahuan umum dalam animasi tersebut. Yang menonton dengan sungguh-sungguh pasti tahu apa jawabannya. Biasanya pertanyaan itu muncul sebelum commercial break dan jawaban akan diberikan setelahnya. Misalnya dalam episode "The Stolen Smile" ada sebuah pertanyaan, "What's another name for The Netherlands?" Hayooo kira-kira apa jawabannya? 3..2..1.. yap, jawabannya adalah "Holland."

Pengisi suara Carmen Sandiego oleh Rita Moreno, Chief oleh Rodger Bumpass, Ivy oleh Jennifer Hale, dan Zack oleh Scott Menville. Theme song dari Where on Earth is Carmen Sandiego? ini sebenarnya merupakan musik opera karya Wolfgang Amadeus Mozart yang berjudul "Singt dem grossen Bassa Lieder" dengan perubahan lirik dan instrumentasi. Berikut adalah video dan lirik dari theme song tersebut.



Where is Carmen Sandiego?
Carmen Sandiego
Where on earth can she be?

Tell me
Where is Carmen Sandiego?
Oh, Carmen Sandiego
Where on earth can she be?
Where on earth can she be?

Oh.. Oh.. Oh..

Sphinx, Mona Lisa,
Leaning Tower of Pisa,
London Zoo,
Timbuktu,
Can you help us find a clue?

Oh, where is Carmen Sandiego?
Carmen Sandiego
Where on earth can she be?

Where on earth can she be?

Rabu, 25 Juli 2012

Pindah Kos

Pada semester 5 aku tidak lagi akan tinggal di kosku yang pertama. Aku akan pindah ke suatu kos yang masih satu daerah jalan dengan kosku yang pertama. Di kos awal ,aku tidak menikmati suasana kekerabatan di sana. Semua terkesan individual. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan tetangga-tetanggaku. Apalagi sebagian besar dari mereka sering membawa laki-laki masuk kamar. Aku sudah cukup bersabar selama dua tahun ini. Aku ingat pada awal-awal aku kos di sana, aku dan teman dekatku yang juga kos di situ sering disindir mbak-mbaknya tentang segala hal. Mereka suka mengobrol keras-keras, tertawa terbahak-bahak, dan menyetel musik keras-keras. Aku juga suka sih menyetel musik dengan volume tinggi ya gara-gara aku pikir di sana kan bebas, jadi aku biarin aja. Mereka suka menegur kalau bak sampah di depan kamarku sudah penuh. 

Waktu itu pada malam hari sedang hujan. Air masuk ke lantai depan kamar kami. Mereka sibuk menyingkirkan air itu. Ada yang mengetuk-ngetuk kamarku, dia pikir aku belum tidur karena lampu kamarku masih hidup, padahal aku terbangun gara-gara dengar mereka ribut-ribut tentang air yang masuk itu. Akhirnya aku membukakan pintu kamarku. Mereka marah kepadaku karena aku tidak membantu mereka padahal aku belum tidur, pikir mereka. Aku hanya mendengarkan ocehan mereka sambil nongkrong di depan kamar. Ada satu yang sangat marah padaku, aku mau bantu, tapi dia malah tidak berkenan. Akhirnya aku masuk kamar lagi dengan membiarkan pintu kamarku sedikit terbuka. Agak sedih juga sih sebenernya. Sedih gak bisa bantuin dan sedih dimarahin.

Bebas itu enak sebenernya, gak enaknya ya tadi itu. Seenak jidat sering banget bawa cowok ke kos. Gak nyaman banget pokoknya. Orang kok gak ngertiin perasaan orang lain. Apalagi aku dan temanku kan berjilbab. Kami takut kalau pada saat kami tidak dalam keadaan berjilbab, cowok-cowok itu akan melihat kami. Aku dan temanku itu sampai sering banget ngedumel di kamar. Teman-temanku yang pada datang juga kaget. Ada temanku yang menyuruh aku pindah kos waktu itu dan akhirnya baru pada akhir semester 4 terwujud.

Bapak kosnya itu sebenernya baik, cuma beliau gak tinggal di kos itu. Beliau tinggal di Jawa Barat. Nah, pengurus kosnya itu yang kalo kata orang Jawa 'nganyeli'. Hmm... aku bener-bener males kalo udah berhadapan sama dia. Dari awal sebenernya udah ada sinyal gak baik tentang dia, tapi aku coba tetap bertahan di kos itu. Tapi yaudahlah, semoga di kos baruku bisa krasan.

Kamis, 12 Juli 2012

For the First Time

Actually, from the beginning I have suspected about this. I don't know what I must feel now. I should make another thought that college is a place to find knowledge, not for finding mark only. Honestly, I'm sad about this fact, but my heart seems could face this patiently. I'm so grateful to Allah. I think that there's no reason not to give thanks after realize what I've got all this time. Allah is truly so kind with me and my family. If I'm sad continuously just because this problem, it feels not fair.

Selasa, 22 Mei 2012

Idioms May 17, 2012
1. Beetle of : bergegas pergi.
2. Bread and butter : mata pencaharian.
3. Capitalize on : memanfaatkan peluang.
4. Pine after : merindukan.
5. Letter carrier : tukang pos.
6. Hush money : uang suap.
7. Expend on : membelanjakan.
8. Eye Appeal : menarik untuk dilihat.
9. Never say die : jangan putus asa.
10. Plenty more : masih banyak lagi.
11. In recess : sedang cuti/istirahat.
12. Side-kick : sahabat sejati.
13. As timid as a mouse : penakut.
14. Lead on : menipu.
15. Integrate with : menyatukan.
16. Come to a halt : dihentikan.
17. Half-wit : orang bodoh.