Selasa, 15 November 2011

Process and Success

Aku menyadari sesuatu setelah sekian lama menjalani hidup ini, bahwa kesalahan fatal yang kita lakukan yang menyebabkan hidup kita menjadi tak tenang dan gelisah adalah ketika kita terus mengeluh dan tidak bersyukur atas karunia Tuhan yang telah Ia berikan.
Cobaan memang datang dalam bentuk kesenangan dan kesedihan. Ketika kesenangan itu datang, kita tampak merayakan dengan suka cita, tertawa bersama teman-teman, dan tentunya mengucap syukur pada Tuhan. Tapi, ucapan syukur itu kemudian diuji dengan keprihatinan dalam hidup. Di situlah tampak apakah perlakuan syukur kita kepada Tuhan saat kesenangan datang itu sungguh-sungguh atau tidak. Dan ketika kita mengeluh, mungkin Anda bisa jawab sendiri melalui kata hati Anda.
Kalau bicara soal kegagalan, saya mungkin sudah kenyang akan hal itu. Mulai dari kalah dalam perlombaan, dapat nilai jelek dalam ujian, sampai tidak terpilih jadi asisten labkom. Saya mencoba mengevaluasi itu semua. Ternyata masih begitu banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dan percayalah, memperbaiki kekurangan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya akui itu sangat sulit. Tapi itulah proses. Proses yang harus ditekuni dengan sekuat hati. Hati harus benar-benar ikhlas ketika kegagalan itu datang. Hati harus menerimanya dengan lapang karena saya yakin, itu adalah sebagian dari cobaan yang Tuhan berikan untuk kita. Agar kita pantang menyerah, pantang mengeluh, dan selalu bersyukur. Begitu sayangnya Tuhan pada kita.
Ikhlas itu memang tidak mudah, tapi kita bisa melatihnya. Kita bisa memulainya dengan hal yang sederhana, misalnya memungut sampah yang berserakan di lantai atau kalau ada teman kita yang minta pertolongan sebisa mungkin kita dapat membantunya.
Pelajaran hidup ini sungguh sangat berharga. Saya memang masih abstrak dengan gambaran masa depan saya. Tapi untuk saat ini, saya akan berusaha menikmati proses untuk menjadi sesuatu yang baik. Orang lain boleh menilai saya buruk, tapi inilah saya. Maaf kepada orang yang tidak menyukai saya. Saya sadar kalau saya adalah seorang yang sensitif dan tak pandai tersenyum.
Tapi...
Terima kasih Tuhan atas kasih sayang-Mu. Kau telah menaruhku dalam keadaan Islam. Kau telah menempatkanku pada Keluarga Giyono. Kau telah mengizinkanku menjadi warga negara Indonesia. Kau telah memberikanku begitu banyak pengalaman kegagalan. Kau telah mengajariku berproses untuk menjadi lebih baik.
Terima kasih ALLAH SWT :)
Selamat berproses Kawan-kawan!

Selasa, 18 Oktober 2011

"Interlude Dari Hati" Songs

TAK KEMBALI
(Andi Rianto feat. Farman Purnama)

Seandainya ku dapat memutar waktu lagi
Di masa sebelum kau pergi dan tak kembali

Masih banyak kata
Yang tak sempat aku ucapkan
Dan semoga kau mendengarkan lagu ini

Hanya satu cinta
Yang tak dapat terganti
Yang kau beri
Yang kau isi
Di hati yang kini sepi

Andaikan ada cara bagiku
Agar kita dapat bertemu lagi
Akan ku pastikan agar kau mengerti
Betapa berharga dan berartinya dirimu bagiku

Karena hanya satu
Cinta yang tak akan tergantikan
Yang kau beri
Yang kau isi
Di hati yang kau tinggal pergi
Di hatiku yang... kini sepi...


DUNIA
(Andi Rianto feat. Lucky Octavian)

Dunia dan seisinya telah ku rasa
Tiada habisnya
Tapi semua akan ku lepas
Dalam sekejap mata
Hanya karena senyumanmu
Tak lagi ada di rumah ini
Sadarkah kau indah bagiku

Dunia dan juga isinya
Boleh tinggalkan aku
Dan aku tak ‘kan pernah peduli
Asalkan kau mencintaku lagi

Salah adalah aku selama ini
Tak dapat mendengar
Tangisan bisu dari hatimu
Di tengah-tengah bisingnya hariku
Kini izinkanlah aku menutup lukamu
Yang telah lama tersembunyi

Dunia dan juga isinya
Boleh tinggalkan aku
Dan aku tak ‘kan pernah peduli
Karena kaulah duniaku
Karena kaulah duniaku selalu


MATAHARIKU
(Andi Rianto feat. Annissa Pontjo)

Bagaikan biduk berlayar menyeberang samudera
Deru ombak menghempasku
Namun kasih sayangmu tak ‘kan pernah pudar
Kau selalu menuntunku

Kau menyinari raga
Kau hangatkan jiwa
Ku tak ‘kan pernah sendiri
Kau selalu ada
Kau menerangi jalan
Pelita yang tak padam
Karena kaulah matahariku

Andaikan malam tiada bintang yang benderang
Tak ‘kan pernah ku gelisah
Kadang aku yakin cintamu ‘kan melindungi
Kau selalu di hatiku

Kau menyinari raga
Kau hangatkan jiwa
Ku tak ‘kan pernah sendiri
Kau selalu ada
Kau menerangi jalan
Pelita yang tak padam
Karena kaulah matahariku

Karena kaulah matahariku...


SEUTUHNYA CINTA
(Andi Rianto feat. Ira Batti)

Meski hari berlalu
Meski musim ‘kan berganti
Satu yang tak berubah
Seutuhnya cinta di hati

Kasihku janganlah kau berpaling jauh..
Tataplah masa depan di mataku
Cintaku tetap 'kan milikmu seluruhnya..
Seutuhnya cinta hanya untukmu

Meski bulan memudar
Bintang tak lagi berpijar
Yang ‘kan tetap bersinar
Seutuhnya cinta bagimu

Kasihku janganlah kau berpaling jauh
Tataplah masa depan di mataku
Cintaku tetap 'kan milikmu seluruhnya
Seutuhnya cinta hanya untukmu

Usahlah kau ragukan
Seutuhnya cintaku...

Kasihku janganlah kau berpaling jauh
Tataplah masa depan di mataku
Cintaku tetap 'kan milikmu seluruhnya
Seutuhnya cinta...

Kasihku janganlah kau berpaling jauh
(jangan kau berpaling jauh)
Tataplah masa depan di mataku
Cintaku tetap 'kan milikmu seluruhnya
Seutuhnya cinta hanya untukmu

Seutuhnya... Cinta...


DUNIA TANPAMU
(Andi Rianto feat. Ira Batti)

Hangat surya ‘kan lupa ‘tuk bersinar
Redup tak berkilau
Denting nada ‘kan berhenti bernyanyi
Sepi tak mengalun

Hidup tiada lagi berwarna
Putih pun akan menghitam
Bintang yang semula benderang
Perlahan menghilang

Tak terbayang sepi dan sendiri
Dunia tanpamu
Hening semua diam tak bermakna
Dunia tanpamu
Dunia tanpamu...

Denting nada ‘kan berhenti bernyanyi
Sepi tak mengalun

Hidup tiada lagi berwarna
Putih pun akan menghitam
Bintang yang semula benderang
Perlahan menghilang

Tak terbayang sepi dan sendiri
Dunia tanpamu
Hening semua diam tak bermakna
Dunia tanpamu
Dunia tanpamu... kasihku...

Menetaplah di sampingku
Warnailah jiwaku
Biarkanlah semua cinta yang kini ada
Mengisi dunia selamanya... ho...

Dunia tanpamu...
Hening semua diam tak bermakna
Dunia tanpamu
Dunia tanpamu...
Dunia tanpa dirimu
Sepi dan sendiri
Dunia tanpamu...